Jurusan

HATI-HATI DALAM MEMILIH JURUSAN

1/01/2016 11:59:00 pm

Tahun 2010 saya lulus SMA, melanjutkan pendidikan ditingkat sarjana merupakan misi selanjutnya. Dari SMA saya sudah menentukan ingin kuliah dijurusan Farmasi dan orangtuapun setuju dengan pilihan tersebut. Saya sangat suka dengan kimia. Sayapun mengikut ujian SNMPTN, UMB, SPMB-PTAIN, dan Test STAN. Hingga pada akhirnya saya memilih untuk kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Program Studi Farmasi. Alhamdulillah keinginan saya untuk melanjutkan pendidikan dibidang farmasi terwujud.



Pada saat ospek, mahasiswa baru sering ditanya “apa alasan mereka memilih kuliah dijurusan farmasi”. Jawabanpun beragam.
  1. Keinginan diri sendiri
  2. Keinginan orang tua
  3. Tidak lulus dipilihan pertama (biasanya kedokteran) dan diterima dipilihan kedua (farmasi)
  4. Referensi dari teman/kerabat/saudara

Dalam artikel yang diterbitkan citizen6.liputan6.com dengan judul “5 Jurusan Paling Sulit di Indonesia” jurusan farmasi merupakan salah satu diantaranya (baca disini: http://citizen6.liputan6.com/read/2151531/5-jurusan-kuliah-paling-sulit-di-indonesia?p=4). Mahasiswa farmasi harus rela setiap malam begadang untuk menyelesaikan laporan praktikum atau belajar untuk kuis keesokan harinya. Saat di kampus jarang sekali mahasiswa farmasi membawa tas kecil, karena harus membawa jas lab dan peralatan praktikum setiap harinya. Tak jarang teman-teman saya mengeluh dan menyesal kuliah difarmasi. Bahkan ada pula yang memutuskan untuk berpindah jurusan dengan mengikuti SNMPTN ataupun tes masuk ke perguruan tinnggi lainnya. Tetapi bagi saya, karena farmasi adalah keinginan saya dari awal sesulit apapun saya tetap enjoy menjalaninya.

Jangka waktu untuk menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi bukanlah waktu yang singkat. Pendidikan di perguruan tinggi tidak sama dengan pendidikan ditingkat SD,SMP, atau SMA. Bagian terpenting ketika akan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi bukan saja saat memilih universitasnya, justru memilih jurusanlah yang paling penting. Kita harus sangat hati-hati dalam memilih. Sesuaikan dengan minat dan bakat. Baca dari berbagai referensi. Sehingga tidak ada penyesalan yang dialami ketika menjalankan perkuliahan. Bagi orangtuapun penting untuk mengarahkan anaknya, jangan memaksakan kehendak, karena setiap anak memiliki bakat yang harus dikembangkan dan difasilitasi dengan cara yang benar.

Apabila terdapat orang tua yang memaksakan keinginannya, cobalah kamu diskusikan dengan cara yang baik. Tunjukkan referensi yang kamu temui terkait jurusan yang akan kamu pilih kepada mereka. Buktikan bahwa banyak orang yang bisa sukses melalu jurusan tersebut. Berikan penjelasan kepada orang tua, pekerjaan apa yang bisa dilakukan jika kamu memilih jurusan tersebut. buatlah orang tua yakin. Semakin banyak referensi maka akan semakin baik.

Jika dengan cara tersebut orang tua tetap tidak setuju, coba tanyakan alasan mereka. Jika memang jurusan yang dipilihkan orangtuamu lebih baik untuk kamu, kenapa tidak. Tidak ada orang tua yang menginginkan hal buruk terjadi pada anaknya. Apabila kamu merasa pilihan orangtuamu tidak jauh lebih baik, cobalah untuk membuat kesepakatan kepada orang tuamu. Seperti menjadikan jurusan yang kamu pilih sebagai pilihan pertama dan jurusan yang orangtuamu pilih sebagai pilihan kedua atau sebaliknya. Mungkin saja ini bisa berhasil. Biarkan tuhan yang memilihkan untukmu.

Nah.. Bagi mahasiswa yang sudah terlanjur kecebur pada jurusan yang bukan merupakan jurusan yang diinginkan, mulailah untuk mencari cara yang enjoy dalam menjalani perkuliahan. Tetap lakukan yang terbaik. Nasi telah menjadi bubur, buatlah bubur yang enak sekalian. Jangan setengah-setengah! Demi masa depan.

You Might Also Like

1 comments

  1. MasyaAllah...rindu terobati sdh. Akirnya vina ngeblog lg :D keep blogging yah viin :)

    ReplyDelete

sungguh menyenangkan apabila tulisan ini dikomentari.. ^^

Followers